DIARE
Pencegahan & Penanganannya
Mengenal Diare – Pengertian, Penyebab, Pencegahan dan Penanganannya
DIARE
Pencegahan & Penanganannya
Mengenal Diare – Pengertian, Penyebab, Pencegahan dan Penanganannya
Apakah Anda Tahu
Apa Itu Diare
Diare adalah kondisi medis di mana frekuensi buang air besar (BAB) menjadi lebih sering dari biasanya, tinja menjadi encer atau berair, dan bahkan bisa disertai dengan rasa mendesak untuk BAB. Kondisi ini dapat berlangsung selama beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu, tergantung pada penyebabnya.
.
kita Harus Tau
Gejala dan Penyebab Diare
• Frekuensi buang air besar (BAB) meningkat: Lebih dari 3 kali dalam sehari. • Konsistensi tinja berubah: Tinja menjadi encer, berair, bahkan bisa berlendir atau berdarah. • Rasa ingin buang air besar yang mendesak: Sulit untuk menahan keinginan untuk BAB.
•Nyeri perut: Bisa berupa kram, mulas, atau sakit perut yang terus-menerus.
•Mual dan muntah: Seringkali menyertai diare, terutama jika penyebabnya adalah infeksi virus.
•Demam: Terutama pada diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.
•Lemah dan letih: Akibat kehilangan cairan dan elektrolit.
•Kehilangan nafsu makan: Tidak nafsu makan atau merasa mual saat makan.
•Perut kembung: Perasaan penuh atau tidak nyaman di perut.
•Infeksi: Bakteri (seperti Salmonella, E. coli), Infeksi ini biasanya ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi.
•Makanan: Makanan pedas, berlemak, atau mengandung laktosa.
•Obat-obatan: Beberapa jenis obat, seperti antibiotik, obat-obatan penurun asam lambung, dan obat-obatan kemoterapi.
•Kondisi medis: Penyakit radang usus , sindrom iritasi usus besar (IBS), dan intoleransi makanan tertentu.
kita Harus Tau
Pencegahan dan Penanganan Diare
Untuk mencegah diare, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut: • Cuci tangan: Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah beraktivitas di luar rumah. • Masak makanan dengan benar: Pastikan makanan dimasak hingga matang sempurna. • Konsumsi air bersih: Hindari mengonsumsi air yang tidak dimasak atau tidak higienis. • Cuci buah dan sayur: Cuci buah dan sayur dengan bersih sebelum dikonsumsi. • Jaga kebersihan makanan: Simpan makanan dengan benar dan hindari kontaminasi silang antara makanan mentah dan matang.
Penanganan diare tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi diare antara lain: • Ganti cairan yang hilang: Konsumsi banyak cairan seperti oralit atau air putih untuk mencegah dehidrasi. • Istirahat yang cukup: Beristirahatlah yang cukup untuk membantu tubuh pulih. • Hindari makanan tertentu: Hindari makanan yang dapat memperparah diare, seperti makanan pedas, berlemak, dan berserat tinggi. • Konsumsi probiotik: Probiotik dapat membantu memulihkan keseimbangan bakteri baik dalam usus. • Obat-obatan: Jika diare tidak membaik, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat-obatan yang tepat.
Kita Harus Kenali
Dampak Diare
Diare, meskipun sering dianggap sebagai penyakit ringan, dapat menimbulkan berbagai dampak yang cukup serius jika tidak ditangani dengan baik. Berikut adalah beberapa dampak yang dapat ditimbulkan oleh diare:
1. Dehidrasi
- Kehilangan cairan tubuh: Diare menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan melalui tinja yang encer.
- Gangguan keseimbangan elektrolit: Selain cairan, tubuh juga kehilangan elektrolit penting seperti natrium dan kalium yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh.
- Gejala dehidrasi: Mulut kering, haus, urin sedikit dan berwarna gelap, kulit kering dan kerutan, pusing, kelelahan, hingga pingsan.
2. Gangguan Elektrolit
- Ketidakseimbangan elektrolit: Akibat kehilangan cairan dan elektrolit, keseimbangan elektrolit dalam tubuh terganggu.
- Dampak pada organ: Gangguan elektrolit dapat mengganggu fungsi jantung, otot, dan saraf.
- Gejala: Kelemahan otot, kejang otot, irama jantung tidak teratur.
3. Malnutrisi
- Penyerapan nutrisi terganggu: Diare dapat mengganggu penyerapan nutrisi dari makanan di usus.
- Kekurangan nutrisi: Akibatnya, tubuh kekurangan nutrisi penting seperti vitamin dan mineral.
- Dampak jangka panjang: Pada anak-anak, malnutrisi akibat diare dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan.
4. Komplikasi Lainnya
- Infeksi sekunder: Diare yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko infeksi sekunder, terutama pada saluran pencernaan.
- Kerusakan usus: Diare kronis dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan usus.
- Gangguan fungsi organ: Pada kasus yang parah, diare dapat menyebabkan gagal ginjal akut.
Dampak pada Kelompok Rentan
- Bayi dan anak-anak: Diare pada bayi dan anak-anak dapat menyebabkan dehidrasi parah dan malnutrisi yang mengancam nyawa.
- Lansia: Lansia lebih rentan terhadap komplikasi diare karena sistem kekebalan tubuh yang melemah dan cadangan cairan tubuh yang lebih sedikit.
- Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah: Orang dengan HIV/AIDS, kanker, atau yang sedang menjalani kemoterapi lebih rentan terhadap infeksi dan komplikasi diare.
- Tumbuh kembangnya lambat
- Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya.
- Berat badan tidak naik bahkan akan cenderung menurun
- Kemampuan fokus dan memori belajarnya tidak baik
- Anak cenderung lebih pendiam
- Fase pertumbuhan gigi pada anak melambat
- Dalam jangka panjang, bagi anak perempuan berpotensi telat menstruasi pertama
- Anak lebih mudah terserang/terinfeksi berbagai penyakit.
Stunting adalah gagal tumbuh akibat kurangnya asupan gizi, di mana dalam jangka pendek dapat menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme, dan pertumbuhan fisik pada anak.
Dalam jangka panjang, dampak stunting adalah sebagai berikut:
- Kesulitan belajar
- Penyakit jantung dan pembuluh darah
- Perkembangan kognitif menurun
- Meningkatkan resiko obesitas pada anak
- Daya tahan tubuh menurun, mudah terinfeksi penyakit
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika diare disertai dengan:
- Tanda-tanda dehidrasi: Mulut kering, haus, urin sedikit dan berwarna gelap, kulit kering dan kerutan, pusing, kelelahan, hingga pingsan.
- Demam tinggi: Lebih dari 38°C.
- Muntah terus-menerus: Sehingga sulit untuk menahan cairan.
- Darah atau nanah dalam tinja.
- Nyeri perut yang hebat dan terus-menerus.
- Diare berlangsung lebih dari 2 hari.
Penting untuk diingat:
Setiap orang dapat mengalami gejala diare dengan intensitas yang berbeda-beda. Jika Anda mengalami diare dan merasa khawatir, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Literaturnya
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat merujuk pada sumber-sumber berikut:
Bunda Silahkan Diakses
Download Materi
Rangkuman Manteri tentangDiare yang disave dalam file pdf
Butuh informasi tambahan? Silahkan Bunda konsultasi melalui WhatsApp
Bergabunglah Bunda dalam gerakan #BerbagiBersamaBertumbuhBersama Sebuah gerakan dukungan dari Bunda untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil di seluruh Nusantara.
Copyright 2024 – BelajarSmart.com