Penyakit Hipertensi

Mengenal Hipertensi – Pengertian, Penyebab, Pencegahan dan Penanganannya

Apakah Anda Tahu

Apa Itu Hipertensi

 

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah melewati batas normal sistolik 140 mmHg atau lebih dan diastolik 90 mmHg atau lebih pada 2 kali pengukuran dalam waktu selang 2 menit

Anda Harus Tahu

Penyebab Hipertensi

Riwayat Keluarga

Seseorang yang memiliki keluarga seperti, ayah, ibu, kakak kandung/saudara kandung, kakek dan nenek dengan hipertensi lebih berisiko untuk terkena hipertensi.

Usia

Tekanan darah cenderung meningkat dengan bertambahnya usia. Pada laki-laki meningkat pada usia lebih dari 45 tahun sedangkan pada wanita meningkat pada usia lebih dari 55 tahun.

Jenis Kelamin

Dewasa ini hipertensi banyak ditemukan pada pria daripada wanita

Ras/etnik

Hipertensi menyerang segala ras dan etnik namun di luar negeri hipertensi banyak ditemukan pada ras Afrika Amerika daripada Kaukasia atau Amerika Hispanik.

Yang harus kita Kenali

Gejala Klinis

Menurut Nurarif A.H., & Kusuma H (2016), tanda dan gejala pada hipertensi dibedakan menjadi.

  1. Tidak ada gejala

Tidak ada gejala yang spesifik yang dapat dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah, selain penentuan tekanan arteri oleh dokter yang memeriksa. Hal ini berarti hipertensi arterial tidak akan pernah terdiagnosa jika tekanan darah tidak teratur.

  1. Gejala yang lazim

Seing dikatakan bahwa gejala terlazim yang menyertai hipertensi meliputi nyeri kepala dan kelelahan. Dalam kenyataanya ini merupakan gejala terlazim yang mengenai kebanyakan pasien yang mencari pertolongan medis. Beberapa pasien yang menderita hipertensi yaitu.

  • Mengeluh sakit kepala, pusing
  • Lemas, kelelahan
  • Sesak nafas
  • Gelisah
  • Mual
  • Muntah
  • Epistaksis
  • Kesadaran menurun

Selain perawakan tubuhnya yang pendek, adapun ciri-ciri stunting lain adalah sebagai berikut:

Komplikasi hipertensi menurut Triyanto (2014) sebagai berikut:

  1. Stroke

Stroke dapat timbul akibat perdarahan tekanan tinggi di otak, atau akibat embolus yang terlepas dari pembuluh non otak yang terpajan tekanan tinggi. Stroke sendiri merupakan kematian jaringan otak yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Biasanya kasus ini terjadinya secara mendadak dan menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit.

  1. Infark Miokard

Infark miokard dapat terjadi apabila arteri koroner yang arterosklerosis tidak dapat menyuplai cukup oksigen ke miokardium atau apabila terbentuk thrombus yang menghambat aliran darah melalui pembuluh darah tersebut. Hipertensi kronik dan hipertensi ventrikel, maka kebutuhan oksigen miokardium mungkin tidak dapat terpenuhi dan dapat terjadi iskemia jantung yang menyebabkan infark.

  1. Gagal Ginjal

Gagal ginjal dapat terjadi karena kerusakan progresif akibat tekanan tinggi pada kapiler-kapiler ginjal, glomerolus. Dengan rusaknya glomerolus, darah akan mengalir ke unit-unit fungsional ginjal, nefron akan terganggu dan dapat berlanjut menjadi hipoksia dan kematian.

  1. Gagal Jantung

Tekanan darah yang terlalu tinggi memaksa otot jantung bekerja lebih berat untuk memompa darah dan menyebabkan pembesaran otot jantung kiri sehingga jantung mengalami gagal fungsi.

Penatalaksanaan Hipertensi

Tatalaksana Hipertensi ada 2 antara lain menurut Triyanto (2014) yaitu :

a. Penatalaksanaan Farmakologis Tujuan pengobatan hipertensi tidak hanya menurunkan takanan darah saja tetapi juga mengurangi dan mencegah komplikasi akibat hipertensi agar penderita bertambah kuat.

Terapi farmakologis dilakukan dengan pemberian obat-obatan seperti berikut: 1) Golongan Diuretik 2) Penghambat Adrenargik 3) ACE – inhibitor 4) Angiotensin-II-Bloker 5) Vasodilator 6) Antagonis Kalsium

b. Penatalaksanaan Non Farmakologis Pengobatan secara nonfarmokologi atau lebih dikenal dengan pengobatan tanpa obat-obatan, pada dasarnya merupakan tindakan yang bersifat pribadi atau perseorangan. Pada pengobatan hipertensi tanpa obat-obatan lebih menekankan pada perubahan pola makan dan gaya hidup.

Berikut pengobatan nonfarmakologi menurut Triyanto (2014): 1) Mengurangi Konsumsi Garam 2) Mengendalikan Minum (Kopi Dan Alkohol) 3) Mengendalikan Berat Badan 4) Berolah Raga Teratur​

Silahkan Diakses

Download Materi

Materi PDF

Rangkuman Manteri yang disave dalam file pdf

Tanya kami

Butuh informasi tambahan? Silahkan konsultasi melalui WhatsApp

Scroll to Top